Kunci Berkah, Untuk Bahagia di Dunia dan Akhirat Ada 4

Kunci berkah sangat banyak bisa kita terapkan dalam hidup, tergantung seberapa canggih hati kita meminimalisir masalah hidup. Karena masalah hidup itu ada ujian, azab, teguran dan semacamnya. Hidup berkah ini bukan hanya berpatok pada materi yang serba kita miliki, karena materi hanyalah hiasan dunia. Berkah sesungguhnya adalah kebahagiaan tanpa ada satu orangpun yang menderita ketika kita bahagia.

Baca juga : Bagaimana Menentukan Penghasilan Ketika Masih Remaja

Namun kita juga jangan sampai anti materi, sebab materi kita perlukan sebagai pelengkap atau fasilitas saja untuk hidup, jangan sampai terlena. Ya kalaupun kita mendapatkan yang berlebih, artinya kita di amanahi  tuhan untuk mengurusnya, karena kita bisa menikmati paling banter hanya sedikit kan, kebanyakan untuk bantu orang, untuk mutarin bisnis, untuk keperluan keluarga, dan untuk kebaikan lainnya.

Adapun untuk kunci berkah itu sendiri, bisa kita pahami melalui dari 4 kunci ini.

1. Bagaimana sikap kita dalam keadaan senang?

pria tersenyum sambil berjalan
Photo by Ben White on Unsplash

Kita hidup ini dinamis, kadang bahagia atapun sedih. Untuk keadaan bahagia atau lapang, sikap kita normalnya sangat senang dan itu manusiawi. Namun yang perlu kita ingat adalah jangan sampai kebahagiaan itu membuat kita terlena untuk memaknainya.

Banyak orang yang bahagia, terus lupa siapa dirinya saat sebelum bahagia. Sudah jadi pejabat, lupa sama janjinya. Sudah jadi suami, lupa sama istrinya. Sudah lulus kuliah dan dapat perkerjaan, lupa sama orang tua nya.

Baca juga : Rahasia Membangun Keluarga Harmonis Agar Bahagia Dunia dan Akhirat

Jangan sampai kita seperti itu, kalau sekarang terlanjur tapi masih bisa untuk berbenah kok. Karena tuhan maha memberi kesempatan. Dosa segunung, ampunan tuhan seluas bumi. Selangkah kita menuju Nya, seribu langkah tuhan menjemput kita.

Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

2. Bagaimana sikap kita di saat keadaan susah?

wanita berada di tengah keramaian
Photo by Alejandro Alvarez on Unsplash

Sebaliknya ketika kita dalam keadan sempit atau gunda gulana. Manusiawi nya kita sedih, putus asa. Itu wajar, namun yakinlah tuhan memberkahi kita bukan hanya melalui kebahagiaan, akan tetapi kasih sayang Nya bisa kita rasakan juga saat kita sedih.

Coba bayangkan, siapa yang bisa membantu kita kecuali tuhan yang menggerakan orang untuk menbantu kita di saat sulit.

Baca juga : 3 Alasan Pentingnya Peran Orang Tua, Dalam Perkembangan Emosional Anak Usia Dini

Karena sering kita lupa sama tuhan di saat kita bahagia, terus dengan cara apa lagi tuhan memberi kasih dan sayangnya kalau tidak dengan memberi ujian. Karena dengan kesedihan kita akan ingat tuhan, kita bisa lihat sendiri kan ketika orang sedih pasti bilang “ya tuhan” atau “ya ela” dan kata mulia semacamnya.

Kalau dikasih pilihan, kita pilih senang tapi lupa tuhan, apa sedih tapi ingat sama tuhan? Kita punya pilihan masing-masing, dan pastinya kita memilih bahagia dan selalu ingat tuhan. Jadi mau sedih, ataupun senang. Kita harus tetap bahagia, karena bahagia itu adalah kita bisa selalu bersyukur, dan bisa selalu ingat tuhan.

3. Pola pikir apa yang di jadikan prinsip?

wanita yang sedang menghirup udara dan merasakan kunci hidup bahagia
Photo by Fernando Brasil on Unsplash

Kenapa pola pikir menjadi kunci berkah? Karena pikiran adalah awal terwujudnya perilaku kita. Banyak istilah yang beredar “berpikir positif, pikiran mu akan membawa ke tujuanmu,” banyak lagi deh pokoknya.

Baca juga : Dasar Ilmu Kebaikan Dalam Membangun Akal Sehat Dari Keluarga Kecil

Oleh karena itu, pola pikir kita harus diatur dengan sebaik mungkin. Terus apa parameter pola pikir kita baik atau tidaknya? Jawabanya adalah sesuaikah pola pikir dengan penilaian tuhan.

Waduh penilaian yang bagaimana lagi? Coba kita bayangkan, kalau kita bersikap jahat kepada orang lain, tuhan marah tidak? Dosa tidak? Na, terus kita merasa bersalah tidak? Jadi, kita bisa merasakan sendiri dampak dari sikap kita kepada alam, khusus nya pada lingkungan kita.

Secara makna, parameter mindset yang mudah adalah kebaikan untuk semua, bukan baik untuk saya, bukan baik untuk dia, akan tetapi baik untuk kita semua.

4. Memahami Makna Innalillahi Wainna Ilaihira Jiun?

laki-laki yang sedang mndapatkan kunci hidup
Photo by Aziz Acharki on Unsplash

Ini adalah falsafah sebagai hamba yang bertuhan, dimana yang berada di dunia ini adalah dari tuhan, dan sesungguhnya kembalinya jua kepada tuhan. Sangat jelaskan?

Mari kita sedikit mentaburinya.

1. “Innalillahi”.

Mulai apa yang kita minum, makan, simpelnya kita komsumsi adalah dari tuhan, jasat kira kita, nyawa kita, semua yang kita miliki adalah dari tuha. Lantas apa yang kita banggakan di dunia ini? Yang dapat kita banggakan adalah mendapat amanah untuk andil dalam memberi kebahagiaan untuk alam semesta.

2. “Wainna Ilaihira Jiun”.

Kembali disini sudah lumrah dipahami adalah kematian, akan tetapi kita bisa memaknai kata kembali di sini dalam artian adalah kita ini sedang dalam perjalanan menuju tuhan.

Karena tempat kita yang asli adalah surga, dunia ini adalah liburan sejanak. Kenapa bisa demikian? Coba kita bayangkan, di surga fasilitasnya tak terbatas sedangkan didunia penuh dengan keasikan. Asik menghadapi tantangan, serba asik pokonya. Sampai-sampai hamba tuhan yang bernama iblis, berkonspirasi menolak perintah tuhan agar tetap berada di dunia. Kenapa demikian, ya karena dunia ini asik.

Baca Juga : Generasi Millenial Harus Tahu Fungsi Belajar Bersama

Di surga juga, tidak ada yang Namanya gotong royong, tidak ada tayangan upin ipin dan nussa, tidak ada yang Namanya hobbi traveling untuk nabung dulu baru bisa berangkat. Ya, karena di surga, kita tinggal meminta dan langsung terkabul. Ngak asik kan kalau gitu, ngak ada tantangan nya.

Yang jadi masalah di sini adalah kita sering lupa sama tuhan, sehingga tidak memaknai kenapa bisa hidup didunia ini, dan kenapa dijadikan sebagai manusia.

Ikuti Update kami !

Facebook: @tipsberkah.tb
Instagram: @tipsberkah
Twitter: @BerkahTips

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *