Dasar Ilmu Kebaikan Dalam Membangun Akal Sehat Dari Keluarga Kecil

Kita sering kali ingin menikmati kebaikan, dan menjadi pelaku kebaikan. Akan tetapi kebaikan yang bagaimana layak untuk kita berikan ke orang sekitar, karena pada fakta nya kita hanya suka senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang. Tapi dalam hati yang paling dalam, kita sebenarnya tidak ingin menjadi seperti itu, karena secara tidak sadar kita juga merasa tersayat melihat orang susah, dan ingin rasa nya membantu. Itulah diri kita sebenarnya, tidak ada dalam diri kita untuk menjadi pembenci dan perusak hati orang lain. Oleh karena itu berikut ini kami bahas dasar kebaikan yang membangun akal sehat, sehingga mulai dari keluarga kita sampai kelingkungan luas merasakan dampak kebaikan yang sejati.

Berikut ini dasar kebaikan sebagai tugas manusia di bumi ini ada 3 :

1. Baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain.

kebaikan
Baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain.

Hak ini sudah ada pada diri kita sejak lahir, ingin selalu diperatikan dan di sayangi. Ya, pase ini masih wajar untuk kita miliki sebagai manusia yang baru lahir atau masih seorang anak. Akan tetapi sebagai guru pertama pada keluarga, kita sejak kecil haruslah membangun karakter anak sebaik mungkin, mengarahkanya, dan membimbing nya. Selama tidak pernah memaksa si kecil untuk menjadi sesuai kaingin kita, maka kita akan cukup mudah untuk mempelajari nya. Namun yang terjadi tidak demikian, kita terkadang hanya ingin si kecil menjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi sebenarnya kita hanya bisa membimbing si kecil, agar menjadi sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Baca Juga : Generasi Millenial Harus Tahu Fungsi Belajar Bersama

Kembali ke topik! Sejak lahir nya sikecil, kita hendaknya memberikan teladan yang baik kepada si kecil untuk mencontohkan bagaimana kebaikan yang hanya baik bagi kita, setalah itu si kecil akan memproses sikap ini, karena baik bagi kita sangat sensitive untuk kita rasakan adalah kita bahagia, dan orang lain merasa sedih. Maka karakter ini harus kita pahamkan kepada si kecil, agar kelak dia mampu menjadi kebaikan untuk dirinya dan sekitarnya.

Anggap saja dia lagi main, tetiba ada teman nya datang untuk mengajak main. Tentu ini sangat mengembirakan bagi nya, akan tetapi dalam proses bermain pasti ada yang ingin menang sendiri dan mengalah. Namun, karena si kecil kita sudah kita bekali anti karakter baik bagi diri sendiri, maka dia akan lebih menyeimbangkan diri untuk menjadi penengah dan membuat semua nya tetap bergembira.

Banggakan? menjadi orang tua yang mampu memahamkan ini kepada si kecil.

2. Baik bagi orang lain, belum tentu baik bagi kita.

Ibu
kasih sayang ibu tiada tara dalam keadaan apaun selalu ada

Begitu pula hal ini, sangat tidak mungkin kita kehendaki terjadi pada anak kita. Karena yang demikian pasti memerlukan hati yang luas, pastinya anak kita belum bisa untuk menerima hal ini, sebab bangun tidur saja dengan tangisan apa lagi merasakn hal ini. Kenapa demikian tidak harus terjadi pada si kecil? Karena pada umum nya ketika kita merasakan ini, pasti kita merasa ngenes, kesel, dan kecewa.

Baca Juga : Rahasia Membangun Keluarga Harmonis Agar Bahagia Dunia dan Akhirat

Jika tidak pandai menahan rasa kesal, tahu sendiri akibatnya bisa bentrok, berkelahi, dan apalah itu. Oleh karena itu, sepandai mungkin kita harus membaca situasi dan peka, sebab apabila kita mengetahui hal ini sebaiknya kita segera pindah posisi atau pergi, karena jika ditanggapi maka akan semakin tidak enak hati.

Na, hal inilah yang harus dipahamkan kepada si kecil, jangan sampai dia merasakan kekecewaan terus menerus, meski rasa ini sulit untuk di hindari. Tapi untuk mewanti-wanti agar kejadian tidak akan terjadi, maka kita sudah tahu dan bisa mencari solusi nya. Jangan sampai sudah kecewa baru menyesal. Sikap ini sama seperti batu yang menghamtam, maka sebaiknya kita harus berposisi sebagai air yang segera mengalir, walaupun menghantam batu tapi memberikan kesejukan bukan perpecahan.

3. Baik untuk orang, dan baik untuk kita.

anak
Kebaikan sejati adalah kebaahgiaan bagi diri kita dan orang lain ya anak ku.

Inilah kebaikan yang sejati harus di miliki setiap orang, meski ada juga yang tidak mampu. Ini memciptakan kedamaian pada sekitarnya, ya paling kecil tidak bertindak seenaknya dan mengecewakan orang lain. Pastinya kita senang jika si kecil sudah bisa menerima kerakter ini pada dasar pribadi nya. Dia menjadi penyeimbang, menjadi pemimpin yang baik.

Baca Juga : Ini Kriteria Pemimpin Yang Baik Bagi Semua, Bukan Bagi segolongan

Bukan hanya keindahan, tapi juga kebahagiaan akan datang mengalir ke kita, jika karakter dasar ini dimiliki. Setiap orang ingin bahagia, dan bahagia juga melihat orang bahagia. Dunia ini merasa seimbang jika semua orang bersikap seperti ini, tidak mementingkan keogoisan masing-masing. Berbeda berpendapat, atau keinginan harus itu. Tapi jangan dijadikan perpecahan, akan tetapi dengan perbedaan itu, bisa mencapai tujuan masing-masing dengan Bersama.

Contohnya ingin kebun nya subur, ada lagi ingin ternak nya sehat. Dengan perbedaan ini bisa Bersama mecapai tujuan nya, ialah subuh dan sehat. Misal kebun banyak rumput maka berikan ke orang peternak sapi, sebaliknya peternak sapi bisa memberikan kotoran ternak nya ke petani. Bermanfaat kan? Karena perbedaan sejatinya bukanlah sebab permusuhan, tapi awal mulanya kebahagiaan.

Bayangkan jika ank anda bisa seperti ini mikirnya, kamu pasti bahagiakan. Ngak perlu melulu harus jadi polisi, jadi PNS. Karena dengan belum jadi apa-apa, kita sudah bisa bahagia.

Cahaya di atas cahaya

Demekian seputar kebaikan yang perlu menjadi karakter dasar membangun rumah tangga, saya juga masih belajar. Tapi asik kan, bahagia duluan tanpa materi. Maafkan kami jika tidak bermanfaat. 🙂

Like Fanspage kami untuk mendapatkan artiket terupdate ya : @tipsberkah.tb