Hikmah Puasa Ramadhan, Melatih Tekad Dalam Mengambil Solusi Terbaik

Hikmah puasa Ramadhan adalah suatu hal yang penting untuk kita pahami, dimana puasa ramadhan sendiri idalah ibadah mahdah yang sudah jelas tuntunanya, mulai dari adzan subuh sampai adzan magrib. Bukan hanya menahan  makan dan minum, melainkan menahan semua perkara yang membatalkan.

Adapun dalam melaksanakan ibadah puasa ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa, dalam berpuasa melatih diri untuk bertekad untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Dalam mencapai nya, secara tidak langsung puasa Ramadhan ini sudah melatih kita dalam menguatkan tekad. Adapun uraianya sebagai berikut.

1. Hikmah pertama, selesaikan ketika memulai

Laki-laki yang sedang mengetik laptop dalam bekerja
Kapan kamu akan bahagia? Ketika kamu memulai. – Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Dalam mencapai tekad, kita haruslah berkomitmen dan yang harus dilakukan pertama kali adalah memulai selanjutnya selesaikan. Ibadah puasa, harus di mulai dari subuh dan di selesaikan saat tibanya waktu magrib.

Dapat kita pahami bahwa dalam mencapai tekad, kita hanya harus memulai dan menyelesaikan. Kebanyakan dari kita, ketika memulai lupa untuk menyelesaikan. Baik lupa karena beratnya tantangan di tenagah jalan, bahkan karena tidak mampu menjalankan tugas.

Baca juga : Bagaimana Menentukan Penghasilan Ketika Masih Remaja

Akan tetapi, puasa Ramadhan mengajar kita untuk memulai dan menyelesaikan. Baik dalam keadaan lapar, haus, dan banyak lagi yang menggoda nafsu. Namun kita harus tetap menyelesaikan sampai magrib.

Maka dalam bertekad, ketika kita memulai, maka segerakan untuk diselesaikan.

2. Harus memberi yang terbaik, bukan hanya menyelesaikan

pria memberikan kopi
Pahit bukan berarti penderitaan, tetapi porses menuju kebahagiaan. – Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Dalam memulai dan menyelesaikan suatu komitmen, untuk mencapai tekad. Puasa mengajarkan, bahwa nilai puasa yang sesungguhnya bukan hanya menahan makan dan minum, akan tetapi jiwa raga harus ditahan untuk menerobos jalur-jalur yang dapat membatalkan puasa.

Begitu pula dalam berkomitmen mencapai target, maka dalam menjalani prosesnya harus dilakukan dengan sebaik mungkin, agar dapat mencapai yang terbaik.

Dapat kita ambil contoh adalah mengerjakan sebuah tugas sekolah, kantor, dan semacamnya. Proses mengerjakannya bukan hanya menyelesaikan, tetapi prosesnya harus sebaik mungkin. Jangan sampai ada yang dirugikan, di dikorupsikan atau bahkan dicuri.

Baca juga : 3 Alasan Pentingnya Peran Orang Tua, Dalam Perkembangan Emosional Anak Usia Dini

Maka lakukan yang terbaik, adapun halangan dan rintangan itu adalah tantangan agar kita tetap melakukan dan memberi yang terbaik.

Karena tantangan ini bukanlah sebuah hambatan, akan tetapi proses kita untuk mencari jalan terbaik. Namun terkadang kita tidak sabar, sehingga terjerumus dalam putus asa dan kegalauan.

Maka harus yang kita garis bawahi bahwa, tantangan adalah proses mengambil solusi terbaik.

3. Tidak hanya menyelesaikan, tidak hanya memberi yang terbaik, akan tetapi lebih dari yang kita bayangkan

puasa melatih diri untuk bersama-sama mencapai kebehagiaan
Berikan yang terbaik, lebih dari yang kita bayangkan. – Photo by Perry Grone on Unsplash

Puasa Ramadhan juga melatih kita, bukan hanya menyelesaikan puasa yang dari waktu ke waktu, bukan hanya menahan hawa nafsu dari semua jiwa raga. Akan tetapi puasa Ramadhan, melatih kita untuk meraih semua bonus yang ada pada bulan itu, mulai dari tarawih, zakat fitrah, sedekah dilipat gandakan pahalanya, malam seribu bulan, dan banyak lagi bonus-bonus yang diberikan di bulan Ramadhan.

Maka dalam berkomitmen, sesungguh ada banyak kebaikan yang bisa kita dapatkan, mulai dari baik untuk diri sendiri, maupun baik untuk alam semesta.

Bayangkan jika diri kita melakukan yang terbaik, bukan hanya kita yang bahagia, akan tetapi sekitar kita juga senang. Namun bila kita berbohong, mencuri dan membunuh. Bukan hanya kita yang sengsara, tetapi sekitar kita juga lebih menderita.

Baca juga : Kunci Berkah, Untuk Bahagia di Dunia dan Akhirat Ada 4

Dan puasa Ramadhan ini adalah sebuah momentum yang diberikan tuhan kepada kita untuk berkasih sayang bersama Alam semesta. Bukan hanya yang melaksanakan mendapatkan keberkahan, akan tetapi semua jagat raya berbahagia.

Dari tiga poin di atas dapat kita simpulkan bahwa, puasa Ramadhan melatih kita untuk bertekad dalam mencapai kebahagiaan. Selesaikan ketika memulai, lakukan yang terbaik, dan berikan yang terbaik lebih dari yang kita bayangkan.

Namun yang perlu kita ingat adalah, yang terbaik itu datangnya dari Allah. Tetapi khilaf dan salah dalam penulisan, itu datangnya dari kami. Mohon maaf, dan semoga bermanfaat…..

Baca juga : Rahasia Membangun Keluarga Harmonis Agar Bahagia Dunia dan Akhirat

Ikuti Update kami !

Facebook: @tipsberkah.tb
Instagram: @tipsberkah
Twitter: @BerkahTips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *