Generasi Millenial Harus Tahu Fungsi Belajar Bersama

Belajar Bersama merupakan kegiatan yang efektif dalam memahami sesuatu isu atau permasalahan yang sedang trending, apalagi informasi sekarang sangat banyak yang tidak di jamin otentik kebenaranya. Oleh karena itu dengan belajar Bersama, kita bisa lebih tahu bagaimana kebenaran dari isu dalam permasalahan tertentu.

Belajar yang dimaksud bukan sekedar belajar dalam bangku sekolah, akan tetapi belajar dimanapun dan hal apapun yang menjadi topik yang mudah sekali membuming di kalangan masyarakat, tentunya di kalangan generasi millenial, haruslah sebisa mungkin memnfilter informasi baik yang sampai, maupun yang di cari di internet. Jangan sampai hanya menikmati informasi yang ada, tapi kita juga harus tau sumbernya dan isi nya. Sebab informasi sekarang bukan hanya banyak hoax, tetapi terkadang hanya untuk memihak yang didukung atau pencitraan. Maka dari itu  bukan hanya menerima tapi juga filter dengan hatinurani kita.

Baca juga : Bikin Hidup Tanpa Beban Dengan Tips Jitu Mood Booster Ketika Bad Mood

1. Generasi Millenial Harus Filter informasi melalui akal pikiran

generasi
Memproses informasi jangan terlalu dipikirin kayak gini ya, hehehe dalam banget kayak nya.

Meski informasi kadang belum tau otentik kebenarannya, namun akal kita bisa menerima atau menolak. Contohnya ada suatu informasi yang terbaru, meski kita baru tahu, akan tetapi akal pikiran kita bisa merespon bagaimana secara nalar. Mungkin kadang ngak masuk akal, kadang malah sangat waw, kadang juga membikin semakin pusing. 

Sebenarnya kita sadar bahwa akal pikiran kita memproses semua informasi yang kita temui, namun kita juga harus bisa menentukan bagaimana kebenaran yang sebaiknya emang benar.

Bukan hanya karena informasi nya tentang fans, atau sesuatu yang kita suka. Namun tetap harus kita filter, sebab akal pikiran kita punya hak untuk menentukan otentik suatu kebenaran, bukan hanya sekedar menerima.

Kita mempunyai hak sepenuhnya dalam menentukan kebenaran, bukan informasi yang ada itu langsung benar.

Kebenaran juga harus kita landasi atas kebaikan, kebaikan untuk semua, bukan hanya pihak sini atau pihak sana. Akan tetapi semua pihak harus menjadi kebaikan untuk semua.

Simak juga : Buya Hamka Masuk Penjara? Simak Cerita Nya!

2. Generasi Millenial Harus Filter informasi dengan hati Nurani

Memproses informasi dengan akal pikiran dan di akhiri dengan penerimaan hati nurani. Enak kan sambil nikmatin kopi, ditemenin kue kering, jadi fress gitu.

Hati Nurani adalah perangkat yang sangat canggih di dunia ini, tidak ada perangkat lain yang bisa manusia bikin secanggih hati Nurani untuk menyimpan apapun.

Dalam sebuah informasi bisa kita proses dengan hati Nurani, melalui akal pikiran dan proses akhir pada hati Nurani.

Hati Nurani akan merasakan kebenaran sejati, meski kadang kita memihak yang belum baik menurut orang lain. Akan tetapi hati Nurani tak akan pernah berbohong pada diri kita.

Selayak nya apa yang di hati Nurani jika baik bagi kita dan orang lain selayak nya kita publis, namun bila hanya baik bagi kita, dan sakit bagi orang maka kita haruslah menyimpan nya jangan sampai menyakiti orang lain.

Baca juga : Bagaimana Menentukan Penghasilan Ketika Masih Remaja

Menjadi baik tak perlu menunggu Indonesia menguasai dunia, bahkan ganti presiden melulu. Menjadi baik mulai dari sekarang, karena kebaikan adalah sesuatu yang bisa kita berikan dan bukan hanya kita terima.  Kebaikan tak harus menjadi kaya dulu, dan menjadi konglomerat dulu, karena kebaikan sangat mahal harganya dan lebih berharga dari apapun di dunia ini.

Sangat besar sekali manfaat dari belajar Bersama, bukan hanya menemukan kebenaran yang otentik, namun kita bisa menemukan kebaikan dari setiap isu atau masalah yang sering hot dalam social media, maupun media massa yang sampai kemasyarakat.

Follow kami !

Facebook: @tipsberkah.tb
Instagram: @tipsberkah.tb
Twitter: @BerkahTips