3 Cara, Bagaimana Menentukan Penghasilan Ketika Masih Remaja

Dalam masa remaja, kita biasa nya dikejar oleh keadaan ekonomi yang dianggap membuat hidup merasa seimbang. Bahkan mempunyai harta kekayaan adalah kesuksesan yang harus dicapai di waktu muda. Tentu saja itu bagus untuk menjadi semangat di waktu muda, akan tetapi kesuksesan itu bukanlah tercermin dari harta kekayaan semata, kesuksesan itu ialah kebahagiaan abadi.

Yang dimaksud kebahagiaan abadi adalah suatu rasa yang tidak ternilai oleh harta benda, yang sukar sekali orang merasakan kenikmatan ini. Bahkan hanya orang-orang tertentu dapat mencapainya.

Sesungguhnya harta kekayaan hanyalah tampak nya saja, akan tetapi isi nya atau jiwa nya belum tentu tidak ada tekanan. Hal inilah yang harus kita capai saat masih remaja, yaitu jauh dari hutang, jauh dari mengejar harta benda, akan tetapi harta benda harus ikuti kita.

Cahaya di atas cahaya

Na, bagaimanakah caranya? Berikut jawaban nya.

1. Belajar Mengenal Diri

Hal ini tidak sulit, karena sejati nya diri ini hanya mahkluk tuhan yang mengabdi kepada Nya. Diri ini berasal dari tuhan maka akan kembali kepada tuhan, artinya sangat luas sekali mulai dari perilaku, perkataan, maupun ketetapan kita selalu disaksikan tuhan. Oleh karena itu, setiap tindak tanduk kita pasti akan diberikan balasan, ketika berbuat baik maka kebaikan pula akan kita dapatkan, sebaliknya jika kita berbuat buruk, maka keburukan pula yang akan kita alami.

Jadi, apapun perbuatan harus disertai kebaikan sesama, maka pencipta nya akan membalas pula. Karena pada dasarnya kebaikan itu adalah hal yang paling nikmat dirasakan, namun ketika keburukan kita perbuat maka kita juga akan menderita.

Simak juga : 3 Alasan Pentingnya Peran Orang Tua, Dalam Perkembangan Emosional Anak Usia Dini

Simpelkan cara satu ini, tidak susah. Tidak butuh modal berjuta-juta, bahkan tidak perlu karyawan yang ahli. Cukup kita bikin kebaikan, maka kita akan bahagia. Dan bahagia itu adalah suatu yang tidak dapat dinilai dengan apapun kecuali kasih sayang Tuhan.

2. Dapatkan Potensi Yang Dominan

skill
Cari potensi diri yang dominan, jangan menjadi sesuatu yang bukan diri kita.

Potensi ini sudah di anugrahkan tuhan kepada kita, berbeda orang berbeda pula kompetensi nya. Kompetensi adalah sebuah kecakapan atau kepandaian dalam suatu hal, misal nya pandai berlari, pandai berhitung, pandai membaca, pandai menulis, pandai melukis, pandai berbicara, banyak lagi yang lainya.

Itulah dasar kompetensi yang dimiliki oleh kita, dari sana kita bisa mengembangkan nya. Tidak perlu muluk-muluk kan? Pastinya kita harus terus mengasah kompetensi kita, karena diri kita adalah milik kita bukan diri orang lain. Kenapa demikian, sebab yang bisa mengembangkan diri kita hanya kita sendiri, orang lain hanya bisa memberi saran, dan yang melakukanya adalah kita.

SImak juga : Bagaimana Menentukan Penghasilan Ketika Masih Remaja

Banyak sekali obsesi yang kadang ada pada diri kita, ingin jadi ini, ingin jadi itu. Namun pada kenyataanya kompetensi yang ada pada kitalah yang bisa kita kembangkan, namun hal lain tetap harus dipelajari untuk tahu, jangan sampai kita tidak tahu, karena suatu waktu kita akan di mangsa oleh ketidak tahuan.

Hal demikian terjadi bukan karena kita bodoh, tapi karena ketidak tahuan kita.

Jadi kunci utama adalah potensi dasar apa yang ada pada kita?, maka kembangkan dan selalu asah. Suatu saat engkau akan sadar apa yang selama ini kamu lakukan, adalah kebaikan bagi dirimu dan oranglain.

Cahaya di atas cahaya

Ada hal penting yang harus kita juga sadari bahwa jangan terlalu terobsesi sama keinginan kita, namun jalani dengan perlahan. Focus, dan pegang selalu prinsip jati diri untuk berbuat kebaikan. Bukan obsesi mencari untung!

3. Bersyukur

derita-hidup
Rasa syukur harus bisa di nikmati meski dalam keadaan menderita.

Hal ini tidak asing lagi ditelingga kita, namun penting bagi kita dalam menjalani hidup yang payah ini. Kenapa kita bilang payah, karena hidup ini adalah ujian dan penuh dengan putus asa. Oleh karena itu konsep hidup yang seimbang adalah bersyukur dan bersabar. Banyak sekali kisah sabar dan syukur yang dialami oleh kebanyakan orang, dan itu semua menjadi kebaikan bagi dirinya.

Simak juga : Dasar Ilmu Kebaikan Dalam Membangun Akal Sehat Dari Keluarga Kecil

Bersyukur bukan berarti kita selalu beruntung, akan tetapi dalam keadaan menderitapun kita harus bersyukur, karena kenyataan nya masih banyak orang lebih menderita dari pada kita, dan dengan  bersyukur kita dapat mengingat tuhan, maka nikmati penderitaan itu. Sambil meratap kepada tuhan, merayu tuhan, enak bukan bersyukur itu?

4. Bersabar

Jiwa-yang-tegar
Meski sedih, tetaplah tenangkan diri.

Begitu juga bersabar bukan berarti kita selalu mendapat penderitaan, akan tetapi ketika beruntung juga kita harus bersabar, ketika gajian harus bersabar, ingat keluarga, beli keperluan yang seadanya, namun bolelah sekali-kali nikmatin sesuatu yang jarang dirasakan, misalnya makan enak, beli pakean dan lain-lain.

Naik gaji tetap bersabar, naik jabatan tetap bersabar, dapet jodoh tetap bersabar. Na, kenapa harus bersabar? Karena semua ini ada pertanggung jawabannya, kemana gaji kita digunakan?, bagaimana menapkahi keluarga?, beli pakean dari bahan apa dan dari mana?, sedekah atau tidak?.  Jadi simpelkan bersabar itu?

Simak juga : Generasi Millenial Harus Tahu Fungsi Belajar Bersama

Coba bayangkan ketika gajian, lantas kita beli semua keperluan kita untuk puasin diri. Maka akhirnya menyesal kemudian hari, hutang sana-sini karena uang habis dan jika kita anak rantau lupa sama orang dikampung yang butuh bantuan kita, tapi apabila bersabar sangat tidak mungkin akan menyesal.

Akhirnya dari ke tiga poin di atas kita ketahui, bahwa penghasilan kita akan seimbang, tidak ada yang perlu dikerjar, karena kita yang layak dikejar. Selalu bersyukur dan bersabar, syukur-syukur uang kita habis untuk kebaikan, karena tuhan dengan seketika membalas kebaikan kita.

Kalua tidak percaya buktikan sendiri dalam hidup anda, kalau tidak terbukti jangan salahkan diri anda dan tuhan. Tapi salahkan saya yang telah menulis artikel ini, namun jika terbukti, itu semata-mata atas ketentuan Allah tuhan kita semua.

Follow kami :

Facebook: @tipsberkah.tb
Instagram: @tipsberkah.tb
Twitter: @BerkahTips